Biaya marketplace bukan cuma “gratis pasang”. Tiap transaksi biasanya kena gabungan biaya admin/komisi, biaya layanan, dan program gratis ongkir — totalnya bisa dari beberapa persen sampai belasan persen harga jual, dan makin besar kalau sering ikut promo. Cara amannya: hitung margin bersih per produk, bukan lihat omzet, lalu kurangi ketergantungan dengan punya channel sendiri.
Banyak seller kaget waktu sadar omzet di marketplace ramai, tapi uang yang benar-benar masuk lebih kecil dari perkiraan. Penyebabnya hampir selalu sama: potongan yang menumpuk dan tidak dihitung sejak awal.
Apa saja komponen biaya jualan di marketplace?
Potongan yang kamu bayar biasanya bukan satu angka, tapi gabungan beberapa komponen:
- Biaya admin / komisi — persentase dari harga jual, berbeda per kategori produk.
- Biaya layanan / program — misalnya Gratis Ongkir Xtra atau cashback yang toko ikuti.
- Biaya iklan — kalau kamu pasang iklan produk agar tampil lebih atas.
- Potongan promo — diskon, voucher toko, dan campaign yang kamu ikuti.
Kisaran potongan tiap marketplace (dan kenapa angkanya berubah)
Persentase persisnya berbeda per kategori dan per program, serta sering diperbarui platform. Jadi yang penting bukan menghafal angka, tapi paham komponen mana saja yang menempel di tiap transaksimu:
| Komponen biaya | Contoh | Kena kapan |
|---|---|---|
| Biaya admin / komisi | % dari harga jual per kategori | Tiap transaksi berhasil |
| Biaya layanan / program | Gratis Ongkir Xtra, cashback | Kalau toko ikut program |
| Biaya iklan | Iklan produk / promoted | Kalau pasang iklan |
| Potongan promo | Diskon & voucher toko | Saat ikut campaign |
Kenapa omzet naik tapi profit malah tipis?
Karena potongan-potongan tadi menumpuk di setiap transaksi, lalu diperparah perang harga. Produk mudah dibandingkan, jadi seller terdorong ikut diskon terus. Hasilnya: order banyak, tapi uang bersih per produk makin kecil.
Cara menghitung potongan yang sebenarnya (ilustrasi)
- 1Tentukan harga jual, misal Rp100.000.
- 2Jumlahkan semua potongan: admin + layanan + (kalau ada) iklan & promo. Misal total 12,5% → Rp12.500.
- 3Kurangi dari harga jual: Rp100.000 − Rp12.500 = Rp87.500 yang benar-benar diterima.
- 4Kurangi lagi HPP produk dan ongkos operasional untuk dapat profit bersih.
- 5Bandingkan profit bersih ini antar channel — sering marketplace kalah dari channel sendiri.
Cara menekan ketergantungan biaya marketplace
- Pakai marketplace untuk akuisisi, bukan satu-satunya channel.
- Arahkan repeat order ke channel sendiri (website + order WhatsApp).
- Kumpulkan data customer supaya bisa ditawari lagi tanpa potongan.
- Hitung margin bersih per channel tiap bulan, bukan cuma total omzet.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah jualan di marketplace pasti rugi?+
Tidak. Marketplace bagus untuk akuisisi dan menjangkau pembeli baru. Yang perlu dijaga adalah margin bersih: pastikan setelah semua potongan produk tetap untung, dan jangan menaruh 100% penjualan hanya di sana.
Berapa biaya admin Shopee atau Tokopedia sekarang?+
Angkanya berbeda per kategori dan program, serta berubah dari waktu ke waktu. Cek halaman biaya resmi di Seller Center masing-masing platform untuk angka terbaru — jangan berpatokan pada angka lama.
Apakah bisa jualan tanpa marketplace?+
Bisa. Banyak seller memakai channel sendiri seperti website dengan order via WhatsApp untuk mengurangi potongan dan memiliki data customer. Marketplace tetap bisa dipakai paralel sebagai sumber traffic.