Kembali ke beranda
CRM follow-up untuk seller online shop

Temukan customer yang masih bisa dikejar, sebelum omzetnya benar-benar hilang.

CRM WebBeres membantu seller online shop membaca perilaku chat, status follow-up, dan riwayat pembelian agar admin tahu siapa yang harus diprioritaskan hari ini.

Daftar Kejar Hari IniLIVE

Peluang hampir hilang

84

Customer tidur

312

Potensi repeat

Rp46jt

Prioritas follow-up

Tanya harga, belum pilih produkKejar
Sudah cocok, belum transferPanas
Pernah beli 45 hari laluReorder
Lost karena hargaOffer
Masalahnya

Bukan semua chat punya peluang yang sama. Tapi tanpa sistem, admin memperlakukan semuanya sama.

Calon pembeli panas bisa telat di-follow up, customer lama lupa ditawari lagi, dan owner tidak tahu omzet bocor di tahap mana.

Chat masuk banyak

Tapi admin tidak tahu mana yang harus dikejar lebih dulu.

Tanya harga lalu hilang

Calon pembeli belum tentu lost, sering hanya belum difollow-up tepat waktu.

Pembeli lama pasif

Database ada, tapi tidak ada momen reorder yang dikejar.

Owner menebak-nebak

Tidak jelas bocor di respon, follow-up, pembayaran, atau repeat.

Cara pikir baru

CRM bukan buku kontak. CRM adalah daftar peluang yang harus dikejar.

Setiap customer punya sinyal: baru tanya harga, sudah pilih produk, belum transfer, pernah beli, lama tidak repeat, atau sering beli saat promo. CRM WebBeres mengubah sinyal itu jadi action.

Tanya harga

Masuk ke peluang yang masih bisa dikejar.

Belum transfer

Masuk ke prioritas reminder pembayaran.

Lama tidak repeat

Masuk ke customer tidur yang perlu diaktifkan.

Sering beli promo

Masuk ke segment campaign yang lebih relevan.

Yang bikin beda

Yang membuat CRM WebBeres beda.

Fokusnya bukan data entry. Fokusnya menemukan peluang omzet yang hampir hilang dan mengubahnya jadi prioritas follow-up harian.

Daftar Kejar Hari Ini

Admin tahu customer mana yang harus diprioritaskan hari ini.

Alasan Gagal Beli

Owner tahu kenapa customer hilang: harga, produk, slow response, atau belum yakin.

Customer Tidur

Pembeli lama yang sudah tidak aktif bisa masuk daftar follow-up ulang.

Momen Reorder

Customer ditawarkan ulang berdasarkan histori dan waktu yang lebih masuk akal.

Peta Bocor Admin

Terlihat apakah bocor di respon, follow-up, pembayaran, atau repeat order.

Alurnya

Dari chat masuk sampai customer balik lagi.

Membaca kondisi customer, menentukan prioritas, dan menjaga peluang omzet tetap hidup.

01

Chat masuk

Dari website, WhatsApp, IG, TikTok, ads, atau broadcast.

02

Baca sinyal

Tanya harga, pilih produk, minta diskon, belum bayar, atau tidak respons.

03

Masuk prioritas

Customer masuk daftar kejar berdasarkan peluang omzet.

04

Follow-up sesuai kondisi

Template dan timing disesuaikan dengan alasan customer tertahan.

05

Catat alasan hilang

Lost reason menjadi insight untuk owner dan tim.

06

Aktifkan reorder

Pembeli lama masuk segment follow-up berikutnya.

Kapan ini relevan

Cocok kalau admin sibuk, tapi owner belum tahu hasil follow-up sebenarnya.

Relevan saat masalahnya bukan hanya jumlah leads, tapi kualitas pengejaran peluang.

Chat banyak tapi hasil tidak sebanding
Customer lama tidak pernah disentuh lagi
Admin follow-up tidak konsisten
Alasan gagal beli tidak terbaca
Data customer tersebar di WhatsApp dan sheet
Owner masih menebak omzet bocor di mana
Bukan yang biasa

Bukan CRM generic. Ini CRM untuk jualan yang banyak terjadi lewat chat.

Status dan follow-up dibuat berdasarkan perilaku customer online shop, bukan pipeline B2B yang kaku.

Perilaku chat

Tanya harga, minta katalog, pilih produk, minta diskon, belum transfer, atau tidak respons.

Perilaku pembelian

Pernah beli, repeat buyer, customer tidur, high value, promo sensitive, atau siap reorder.

Perilaku admin

Kecepatan respon, jumlah follow-up, status terakhir, alasan lost, dan peluang yang belum dikejar.

Mulai sesuai stage

Mulai dari titik bocor yang paling terasa.

Bisa dimulai dari leads, customer lama, atau sistem lengkap untuk membaca peluang omzet.

Tahap 1

Buka Buku

Untuk seller yang ingin merapikan chat masuk, status follow-up, dan calon pembeli yang belum closing.

  • Status leads dari chat
  • Daftar kejar harian
  • Follow-up reminder
  • Alasan gagal beli
Rakit di Paket
Paling behavior-led

Chat Hangat

Untuk seller yang punya database pembeli lama tapi belum aktif menghasilkan repeat order.

  • Segment customer tidur
  • Momen reorder
  • Customer emas
  • Campaign siap kirim
Rakit di Paket
Tahap 3

Kejar Beres

Untuk seller yang butuh CRM lengkap dengan prioritas follow-up, segmentasi, report, dan peta bocor omzet.

  • Peta bocor admin
  • Report follow-up
  • Segmentasi peluang
  • Input analitik growth
Rakit di Paket
Bagian dari sistem

Website membawa leads. CRM menentukan siapa yang dikejar. Analitik membaca bocornya.

CRM menjadi jembatan antara channel jualan sendiri dan keputusan growth berbasis data.

Tanpa CRM behaviour-led

LeadsMasuk ke chat, lalu bergantung ingatan admin.
Customer lamaTersimpan, tapi tidak jelas kapan harus dihubungi lagi.
OwnerMelihat omzet akhir, tapi tidak tahu bocornya di tahap mana.

Dengan CRM WebBeres

LeadsDibaca dari sinyal perilaku dan masuk daftar prioritas follow-up.
Customer lamaDikelompokkan untuk reorder, promo, atau reaktivasi.
OwnerBisa melihat pola lost reason, admin activity, dan peluang omzet.
Bukti

Begini CRM mengejar peluang yang hampir hilang.

Contoh konkret dari daftar customer prioritas, segment customer tidur, sampai peta bottleneck follow-up.

Daftar Kejar Hari Ini

18 leads
RA

Bu Rina

Tanya harga paket, belum closing

Panas
DW

Pak Dwi

Cocok, belum transfer

Kejar
SY

Mbak Sary

Beli 47 hari lalu

Reorder

Daftar Kejar Hari Ini

Admin melihat customer prioritas berdasarkan peluang closing atau repeat.

Daftar Kejar Hari Ini

18 leads
RA

Bu Rina

Tanya harga paket, belum closing

Panas
DW

Pak Dwi

Cocok, belum transfer

Kejar
SY

Mbak Sary

Beli 47 hari lalu

Reorder

Customer Tidur

Pembeli lama masuk segment reaktivasi, bukan hanya data pasif.

Peta Bocor Omzet

23%

Omzet

Rp128jt

Profit

Rp41jt

Repeat

23%

S
S
R
K
J
S

Peta Bocor Admin

Owner melihat bottleneck dari respon, follow-up, pembayaran, atau repeat order.

Masih ragu?

Masih pakai WhatsApp dan spreadsheet, apakah perlu CRM?

Beberapa pertanyaan umum sebelum merapikan follow-up customer.

Tidak. WhatsApp tetap bisa menjadi channel komunikasi utama. CRM membantu membaca status, prioritas follow-up, alasan lost, dan customer yang perlu dihubungi lagi.

Cek customer mana yang masih bisa menghasilkan omzet.

Kami bantu mapping titik bocor follow-up Anda: leads belum closing, customer lama pasif, atau admin activity yang belum terbaca.

Audit Follow-Up Customer
Konsultasi Gratis